Ibu Jumilah dan Ibu Siti Nurhanan

Seperti Ibu, Seperti Anak

“MERAIH MIMPI TAK SEMUDAH MEMBALIKKAN TELAPAK TANGAN. NAMUN JIKA DILAKUKAN BERSAMA DENGAN PENUH SEMANGAT DAN KEGEMBIRAAN, SEMUA AKAN LEBIH MUDAH DIWUJUDKAN”
Ibu Jumilah dan Ibu Siti Nurhanan

Sinergi Ibu dan Anak

Ibu Jumilah dan putrinya, Ibu Siti Nurhanan, tinggal bersama di Tanah Merdeka, Cilincing. Keduanya bekerjasama membuat dan menjual berbagai jajanan kue seperti lemper, buras, piscok, dan kerupuk yang dititipkan di belasan lapak pasar berbeda.

Satu Jam Saja

Bu Jumilah memiliki ketangguhan luar biasa. Ia hanya tidur sekitar satu jam sehari, mulai memproduksi kue dari jam 7 malam hingga jam 4 pagi. Rasa sayang yang besar pada keluarga telah membentuk etos kerjanya sejak kecil.

Usaha Bersama Anak dan Menantu

Selain jualan kue, keluarga ini berkolaborasi membuka usaha Sate Padang di Pondok Bambu. Bu Siti sebagai pemodal, Bu Jum sebagai koki, dan suami Bu Siti sebagai penjual, dengan keuntungan bersih mencapai Rp 320.000 per hari.

Belajar lagi Bersama KKI

Melalui KKI, mereka terbebas dari jerat bank keliling (rentenir). Kebiasaan berlomba-lomba menabung di KKI membuat mereka mampu membeli dua unit rumah pribadi secara kontan di Rawamalang pada akhir tahun 2014.