Ibu Amnah

Dari Pemulung Sampai Pengepul: Sebuah Perjuangan Merintis Usaha Rongsok

“Saya Mah Gak Malu Sampe Ngorek-ngorek Got Buat Cari Barang. Kan yang Penting Halal”
Ibu Amnah

Hijrah ke Jakarta: Mengais Rezeki dari Sampah

Memulai perkenalan dengan barang rongsok sejak usia 7 tahun, Bu Amnah hijrah ke Jakarta pada usia 14 tahun. Bersama suaminya, ia mengarungi kehidupan sebagai pemulung yang gigih mengumpulkan sampah bekas dari rumah ke rumah.

Giat Mengumpulkan Modal Usaha

Untuk mengumpulkan modal menjadi pengepul, Bu Amnah mengupas kerang hijau (kijing) di siang hari dan lanjut memulung hingga pukul 3 pagi. Tekanan dan hinaan dari orang sekitar justru dijadikannya cambuk untuk semakin maju.

Dapur Semakin Ngebul Menjadi Pengepul

Tahun 2010, ia berhasil menjadi pengepul dengan 10 pemulung binaan. Omzetnya melesat hingga jutaan rupiah per minggu dari hasil menyetor barang rongsok ke pabrik-pabrik di Bekasi dan Tangerang.

Ilmu Menabung dan Menghemat

Bergabung dengan KKI pada 2011 menyadarkannya pentingnya mengelola keuangan. Dari hasil menabung di KKI dan bank, ia berhasil membeli sepeda motor hingga mobil pickup operasional secara mandiri.